Management Kebun Karet

1. Teknologi Budidaya Karet

Untuk membangun kebun karet diperlukan manajemen dan teknologi
budidaya tanaman karet yang mencakup, kegiatan sebagai berikut:
• Syarat tumbuh tanaman karet
• Klon-klon karet rekomendasi
• Bahan tanam/bibit
• Persiapan tanam dan penanaman
• Pemeliharaan tanaman: pengendalian gulma, pemupukan dan
pengendalian penyakit
• Penyadapan/panen

Pada dasarnya tanaman karet memerlukan persyaratan terhadap kondisi iklim untuk menunjang pertumbuhan dan keadaan tanah sebagai media tumbuhnya.

a. Iklim
Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah pada zone antara 150 LS dan 150 LU. Diluar itu pertumbuhan tanaman karet agak terhambat sehingga memulai produksinya juga terlambat.

Curah hujan
Tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara 2.500 mm sampai 4.000 mm/tahun,dengan hari hujan berkisar antara 100 sd. 150 HH/tahun. Namun demikian, jika sering hujan pada pagi hari, produksi akan berkurang.

Tinggi tempat
Pada dasarnya tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendah dengan ketinggian 200 m dari permukaan laut. Ketinggian > 600 m dari permukaan laut tidak cocok untuk tumbuh tanaman karet. Suhu optimal diperlukan berkisar antara 25C sampai 35C.

Angin
Kecepatan angin yang terlalu kencang pada umumnya kurang baik untuk penanaman karet

Tanah
Lahan kering untuk pertumbuhan tanaman karet pada umumnya lebih mempersyaratkan sifat fisik tanah dibandingkan dengan sifat kimianya.
Berbagai jenis tanah dapat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet baik tanah vulkanis muda dan tua, bahkan pada tanah gambut < 2 m.
Tanah vulkanis mempunyai sifat fisika yang cukup baik terutama struktur, tekstur, sulum, kedalaman air tanah, aerasi dan drainasenya, tetapi sifat kimianya secara umum kurang baik karena kandungan haranya rendah.
Tanah alluvial biasanya cukup subur, tetapi sifat fisikanya terutama drainase dan aerasenya kurang baik. Reaksi tanah berkisar antara pH 3, 0 – pH 8,0 tetapi tidak sesuai pada pH < 3,0 dan > pH 8,0. 

Sifat-sifat
tanah yang cocok untuk tanaman karet pada umumnya antara lain :
- Sulum tanah sampai 100 cm, tidak terdapat batu-batuan dan
lapisan cadas
- Aerase dan drainase cukup
- Tekstur tanah remah, poreus dan dapat menahan air
- Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir
- Tanah bergambut tidak lebih dari 20 cm
- Kandungan hara NPK cukup dan tidak kekurangan unsur hara
mikro
- Reaksi tanah dengan pH 4,5 – pH 6,5
- Kemiringan tanah < 16% dan
- Permukaan air tanah < 100 cm.

 2. Klon-klon Karet Rekomendasi

Kegiatan pemuliaan karet di Indonesia telah banyak menghasilkan klonklon karet unggul sebagai penghasil lateks dan penghasil kayu. Pada Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet 2005, telah direkomendasikan klon-klon unggul baru generasi-4 untuk periode tahun 2006 – 2010, yaitu klon: IRR 5, IRR 32, IRR 39, IRR 42, IRR 104, IRR 112, dan IRR 118. Klon IRR 42 dan IRR 112 akan diajukan pelepasannya sedangkan klon IRR lainnya sudah dilepas secara resmi. Klon-klon tersebut menunjukkan produktivitas dan kinerja yang baik pada berbagai lokasi, tetapi memiliki variasi karakter agronomi dan sifat-sifat sekunder lainnya. Oleh karena itu pengguna harus memilih dengan cermat klon-klon yang sesuai agroekologi wilayah pengembangan dan jenis-jenis produk karet yang akan dihasilkan.

3. Bahan Tanam
Hal yang paling penting dalam penanaman karet adalah bibit/bahan tanam, dalam hal ini bahan tanam yang baik adalah yang berasal dari tanaman karet okulasi. Persiapan bahan tanam dilakukan paling tidak 1,5 tahun sebelum penanaman. 
Dalam hal bahan tanam ada tiga komponen yang perlu disiapkan,
yaitu: batang bawah (root stoct), entres/batang atas (budwood), dan okulasi
(grafting) pada penyiapan bahan tanam.

Persiapan batang bawah merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh bahan tanam yang mempunyai perakaran kuat dan daya serap hara yang baik. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan pembangunan pembibitan batang bawah yang memenuhi syarat teknis yang mencakup persiapan tanah pembibitan, penanganan benih, perkecambahan, penanaman kecambah, serta usaha pemeliharaan tanaman di pembibitan

Untuk mendapatkan bahan tanam hasil okulasi yang baik diperlukan entres yang baik, Pada dasarnya mata okulasi dapat diambil dari dua sumber, yaitu berupa entres cabang dari kebun produksi atau entres dari kebun entres. Dari dua macam sumber mata okulasi ini sebaiknya dipilih entres dari kebun entres murni, karena entres cabang akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam dan keberhasilan okulasinya rendah.

Okulasi merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan sifat yang unggul. Dari hasil okulasi akan diperoleh bahan tanam karet unggul berupa stum mata tidur, stum mini, bibit dalam polibeg, atau stum tinggi. Untuk tanaman karet, mata entres ini yang merupakan bagian atas dari tanaman dan dicirikan oleh klon yang digunakan sebagai batang atasnya. Penanaman bibit tanaman karet harus tepat waktu untuk menghindari tingginya angka kematian di lapang. 

Waktu tanam yang sesuai adalah pada musim hujan. Selain itu perlu disiapkan tenaga kerja untuk kegiatan-kegiatan untuk pembuatan lubang tanam, pembongkaran, pengangkutan, dan penanaman bibit. Bibit yang sudah dibongkar sebaiknya segera ditanam dan tenggang waktu yang diperbolehkan paling lambat satu malam setelah pembongkaran. 

4. Persiapan Tanam dan Penanaman
Dalam pelaksanaan penanaman tanaman karet diperlukan berbagai langkah yang dilakukan secara sistematis mulai dari pembukaan lahan sampai dengan penanaman.

a. Pembukaan lahan (Land Clearing)
Lahan tempat tumbuh tanaman karet harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan hasil tebas tebang, sehingga jadwal pembukaan lahan harus disesuaikan dengan jadwal penanaman. 
Kegiatan pembukaan lahan ini meliputi
(a) pembabatan semak belukar, (b) penebangan pohon, (c) perecanaan dan
pemangkasan, (d) pendongkelan akar kayu, (e) penumpukan dan pembersihan.
Seiring dengan pembukaan lahan ini dilakukan penataan lahan dalam blok-blok, penataan jalan-jalan kebun, dan penataan saluran drainase dalam perkebunan. Penataan blok-blok. Lahan kebun dipetak-petak menurut satuan terkecil dan ditata ke dalam blok-blok berukuran 10 -20 ha, setiap beberapa blok disatukan menjadi satu hamparan yang mempunyai waktu tanam yang relatif sama.

Penataan Jalan-jalan
Jaringan jalan harus ditata dan dilaksanakan pada waktu pembangunan tanaman baru (tahun 0) dan dikaitkan dengan penataan lahan ke dalam blokblok tanaman. Pembangunan jalan di areal datar dan berbukit dengan pedoman dapat menjangkau setiap areal terkecil, dengan jarak pikul maksimal sejauh 200 m. Sedapatkan mungkin seluruh jaringan ditumpukkan/ disambungkan, sehingga secara keseluruhan merupakan suatu pola jaringan jalan yang efektif. Lebar jalan disesuaikan dengan jenis/kelas jalan dan alat angkut yang akan digunakan.
Penataan Saluran Drainase
Setelah pemancangan jarak tanam selesai, maka pembuatan dan penataan saluran drainase (field drain) dilaksanakan. Luas penampang disesuaikan dengan curah hujan pada satuan waktu tertentu, dan mempertimbangkan faktor peresapan dan penguapan. Seluruh kelebihan air pada field drain dialirkan pada parit-parit penampungan untuk selanjutnya dialirkan ke saluran pembuangan (outlet drain).

b. Persiapan Lahan Penanaman
Dalam mempersiapkan lahan pertanaman karet juga diperlukan pelaksanaan berbagai kegiatan yang secara sistematis dapat menjamin kualitas lahan yang sesuai dengan persyaratan. Beberapa diantara langkah tersebut antara lain :
Pemberantasan Alang-alang dan Gulma lainnya
Pada lahan yang telah selesai tebas tebang dan lahan lain yang mempunyai vegetasi alang-alang, dilakukan pemberantasan alang-alang dengan menggunakan bahan kimia antara lain Round up, Scoup, Dowpon atau Dalapon. Kegiatan ini kemudian diikuti dengan pemberantasan gulma lainnya, baik secara kimia maupun secara mekanis.

Pengolahan Tanah
Dengan tujuan efisiensi biaya, pengolahan lahan untuk pertanaman karet dapat dilaksanakan dengan sistem minimum tillage, yakni dengan membuat larikan antara barisan satu meter dengan cara mencangkul selebar 20 cm. Namun demikian pengolahan tanah secara mekanis untuk lahan tertentu dapat dipertimbangkan dengan tetap menjaga kelestarian dan kesuburan tanah.

Pembuatan teras/Petakan dan Benteng/Piket
Pada areal lahan yang memiliki kemiringan lebih dari 50 diperlukan pembuatan teras/petakan dengan sistem kontur dan kemiringan ke dalam sekitar 150. Hal ini dimaksudkan untuk menghambat kemungkinan terjadi erosi oleh air hujan. Lebar teras berkisar antara 1,25 sampai 1,50 cm, tergantung pada derajat kemiringan lahan. Untuk setiap 6 – 10 pohon (tergantung derajat kemiringan 11 tanah) dibuat benteng/piket dengan tujuan mencegah erosi pada permukaan petakan.

Pengajiran
Pada dasarnya pemancangan air adalah untuk menerai tempat lubang tanaman dengan ketentuan jarak tanaman sebagai berikut :

a) Pada areal lahan yang relatif datar / landai (kemiringan antara 00 – 80) jarak tanam adalah 7 m x 3 m (= 476 lubang/hektar) berbentuk barisan lurus mengikuti arah Timur – Barat berjarak 7 m dan arah Utara – Selatan berjarak 3 m

b) Pada areal lahan bergelombang atau berbukit (kemiringan 8% – 15%) jarak tanam 8 m x 2, 5 m (=500 lubang/ha) pada teras-teras yang diatur bersambung setiap 1,25 m (penanaman secara kontur). Bahan ajir dapat menggunakan potongan bambu tipis dengan ukuran 20 cm – 30 cm. Pada setiap titik pemancangan ajir tersebut merupakan tempat penggalian lubang untuk tanaman.

Pembuatan Lubang Tanam
Ukuran lubang untuk tanaman dibuat 60 cm x 60 cm bagian atas , dan 40 cm x 40 cm bagian dasar dengan kedalaman 60 cm. Pada waktu melubang, tanah bagian atas (top soil) diletakkan di sebelah kiri dan tanah bagian bawah (sub soil) diletakkan di sebelah kanan ). 
Lubang tanaman dibiarkan selama 1 bulan sebelum bibit karet ditanam.

Penanaman Kacangan Penutup Tanah (Legume cover crops = LCC) 
Penanaman kacangan penutup tanah ini dilakukan sebelum bibit karet mulai ditanam dengan tujuan untuk menghindari kemungkinan erosi, memperbaiki struktur fisik dan kimia tanah, mengurangi pengupan air, serta untuk membatasi pertumbuhan gulma.
Komposisi LCC untuk setiap hektar lahan adalah 4 kg. Pueraria javanica, 6 kg Colopogonium mucunoides, dan 4 kg Centrosema pubescens, yang dicampur ke dalam 5 kg Rock Phosphate (RP) sebagai media. Selain itu juga dianjurkan untuk menyisipkan Colopogonium caerulem yang tahan naungan (shade resistence) ex biji atau ex steck dalam polibag kecil sebanyak 1.000 bibit/ha. Tanaman kacangan dipelihara dengan melakukan penyiangan, dan pemupukan dengan 200 kg RP per hektar, dengan cara menyebar rata di atas tanaman kacangan.

Seleksi bibit
Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dilakukan seleksi bibit untuk memperoleh bahan tanam yang memeliki sifat-sifat umum yang baik antara lain : berproduksi tinggi, responsif terhadap stimulasi hasil, resitensi terhadap serangan hama dan penyakit daun dan kulit, serta pemulihan luka kulit yang baik. Beberapa syarat yang harus dipenuhi bibit siap tanam adalah antara lain :
- Bibit karet di polybag yang sudah berpayung dua.
- Mata okulasi benar-benar baik dan telah mulai bertunas
- Akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral
- Bebas dari penyakit jamur akar (Jamur Akar Putih)

Kebutuhan bibit
Dengan jarak tanam 7 m x 3 m (untuk tanah landai), diperlukan bibit tanaman karet untuk penanaman sebanyak 476 bibit, dan cadangan untuk penyulaman sebanyak 47 (10%) sehingga untuk setiap hektar kebun diperlukan sebanyak 523 batang bibit karet.

Penanaman
Pada umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada musim penghujan yakni antara bulan September sampai Desember dimana curah hujan sudah cukup banyak, dan hari hujan telah lebih dari 100 hari. Pada saat penanaman, tanah penutup lubang dipergunakan top soil yang telah dicampur dengan pupuk RP 100 gram per lubang, disamping pemupukan dengan urea 50 gram dan SP – 36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar.

5. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan yang umum dilakukan pada perkebunan tanaman karet meliputi pengendalian gulma, pemupukan dan pemberantasan penyakit tanaman. Pengendalian gulma Areal pertanaman karet, baik tanaman belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman sudah menghasilkan (TM) harus bebas dari gulma seperti alang-alang, Mekania, Eupatorium, dll sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Untuk mencapai hal tersebut, penyiangan pada tahun pertama dilakukan berdasarkan umur tanaman seperti berikut:

TABLE 1. Frekuensi Pengendalian Gulma dengan Herbisida berdasarkan Umur Umur Tanaman

Umur tanaman (tahun) Kondisi Tajuk Aplikasi herbisida   Lebar
    Frekuensi Waktu piringan/jalur
Tanaman belum menghasilkan        
2-3 tahun belum menutup 3-4 kali Maret, Juni, septmber, desember 1.5-2.0 m
4-5 tahun mulai menutup 2-3 kali Maret, september, juni 1.5-2.0 m
         
Tanaman Menghasilkan        
6-8 tahun sudah menutup 2-3 kali Maret. September, juni 2.0-3.0 m
9-15 tahun sudah menutup 2 kali Maret, September 2.0-3.0 m
>15 tahun sudah menutup 3 kali Maret, September 2.0-3.0 m

Program pemupukan
Selain pupuk dasar yang telah diberikan pada saat penanaman, program pemupukan secara berkelanjutan pada tanaman karet harus dilakukan dengan dosis yang seimbang dua kali pemberian dalam setahun. Jadwal pemupukan pada semeseter I yakni pada Januari/Februari dan pada semester II yaitu Juli/Agustus. Seminggu sebelum pemupukan, gawangan lebih dahulu digaru dan piringan tanaman dibersihkan. Pemberian SP-36 biasanya dilakukan dua minggu lebih dahulu dari Urea dan KCl. Program dan dosis pemupukan tanaman karet secara umum dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 2. Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan

Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman belum Menghasilkan
Umur Tanaman Urea SP36 KCL Frekuensi pemupukan
  (g/ph/th) (g/ph/th) (g/ph/th)  
Pupuk dasar        
1 250 150 100 2 kali/th
2 250 250 200 2 kali/th
3 250 250 200 2 kali/th
4 300 250 250 2 kali/th
5 300 250 250 2 kali/th
         
         
Umur Tanaman Urea SP36 KCL Frekuensi pemupukan
  (g/ph/th) (g/ph/th) (g/ph/th)  
6-15 tn 350 260 300 2 kali/th
16-25 300 190 250 2 kali/th
>25 sampai 200   150 2 kali/th

Sementara itu untuk tanaman kacangan penutup tanah, diberikan pupuk RP sebanyak 200 kg/ha, yang pemberiannya dapat dilanjutkan sampai dengan tahun ke-2 (TBM-2) apabila pertumbuhannya kurang baik. Pemberantasan Penyakit Tanaman Penyakit karet sering menimbulkan kerugian ekonomis di perkebunan karet. Kerugian yang ditimbulkannya tidak hanya berupa kehilangan hasil akibat kerusakan tanaman, tetapi juga biaya yang dikeluarkan dalam upaya pengendaliannya. Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian secara terpadu dan efisien guna memperkecil kerugian akibat penyakit tersebut perlu dilakukan. Untuk Lebih Lanjut mengenai penangan penyakit (Disease)

6. Penyadapan/Panen
Produksi lateks dari tanaman karet disamping ditentukan oleh keadaan tanah dan pertumbuhan tanaman, klon unggul, juga dipengaruhi oleh teknik dan manajemen penyadapan. Apabila ketiga kriteria tersebut dapat terpenuhi, maka diharapkan tanaman karet pada umur 5 – 6 tahun telah memenuhi kriteria matang sadap. Kriteria matang sadap antara lain apabila keliling lilit batang pada ketinggian 130 cm dari permukaan tanah telah mencapai minimum 45 cm. Jika 60% dari populasi tanaman telah memenuhi kriteria tersebut, maka areal pertanaman sudah siap dipanen.
Tinggi bukaan sadap
Tinggi bukaan sadap, baik dengan sistem sadapan ke bawah (Down ward tapping system, DTS) maupun sistem sadap ke atas (Upward tapping system, UTS) adalah 130 cm diukur dari permukaan tanah. Waktu bukaan sadap.
Waktu bukaan sadap adalah 2 kali setahun yaitu, pada (a) permulaan musim hujan (Juni) dan (b) permulaan masa intensifikasi sadapan (bulan Oktober). Oleh karena itu, tidak secara otomatis tanaman yang sudah matang sadap lalu langsung disadap, tetapi harus menunggu waktu tersebut di atas tiba. Kemiringan irisan sadap
Secara umum, permulaan sadapan dimulai dengan sudut kemiringan irisan sadapan sebesar 400 dari garis horizontal. Pada sistem sadapan bawah, besar sudut irisan akan semakin mengecil hingga 300 bila mendekati “kaki gajah” (pertautan bekas okulasi). Pada sistem sadapan ke atas, sudut irisan akan semakin membesar.
Peralihan tanaman dari TMB ke TM
Secara teoritis, apabila didukung dengan kondisi pertumbuhan yang sehat dan baik, tanaman karet telah memenuhi kriteria matang sadap pada umur 5 – 6 tahun. Dengan mengacu pada patokan tersebut, berarti mulai pada umur 6 tahun tanaman karet dapat dikatakan telah merupakan tanaman menghasilkan atau TM.
Sistem sadap
Dewasa ini sistem sadap telah berkembang dengan mengkombinasikan intensitas sadap rendah disertai stimulasi Ethrel selama siklus penyadap. Untuk karet rakyat, mengingat kondisi sosial ekonomi petani, maka dianjurkan menggunakan sistem sadap konvensional seperti pada tabel berikut :

Tanaman Umur Sistem Sadap Jangka Waktu (tahun) Bidang Sadap
Remaja 0-5      
Teruna 6-7 tn s/2 d/3 67% 2 A
  8-10 tn s/2 d/2 100% 3 A
Dewasa 11-15 tn s/2 d/2 100% 4 B
  16-20 tn a/2 d/2 100% 4 A
Setengah Tua 21-28 tn 2 s/2 d/3 133% 8 B’ + AH
Tua 29-30 tn 2 s/2 d/3 133% 4 A\” + BH

 

Credited to Chairil Anwar – Copyright 2009 – 2010 PT Rimba Karet

TAKSIR DANA ANDA UNTUK BELI KEBUN. KLIK LINK DIBAWAH INI !!

Info Investasi AMAN : KLIK KEBUN LINK DIBAWAH INI UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN ANDA

PASANG IKLAN GRATIS : IKLAN & LINK IKLAN USAHA ANDA AKAN DIMUAT JIKA ANDA KLIK SEMUA IKLAN DIATAS & HALAMAN DEPAN DI WEB INI
Tags: 

About jiputro

Berbagi informasi dan peluang usaha mengenai hasil pengalaman Jiputro selaku pemilik perkebunan di Lampung. Silahkan follow twitter @jiputro klik https://twitter.com/jiputro
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

31 Responses

  1. salam kenal… mas saya mau tanya kalau batang karet terkena jamur upas pada pangkal batang apa kira2 yg harus saya lakukan ?
    tangkainya terkena jamur berwarna orange….
    tolong ya….

    • Coba anda survey dahulu disekitar lahan anda, apa kira2 penyebab biang jamurnya. Sebaiknya anda cegah secara alami dg membasmi biangnya dahulu

  2. Yth Mas Jiputro
    Berapa kira-kira biaya per komponen Land clearing yg tdr dari Pembabatan semak belukar, Tumbang pohon, Perencekan/Cicang, Pendongkelan akar kayu, Penumpukan dan Pembersihan.
    Saya punya tanah warisan orang tua di lampung utara, apakah cocok utk kebun karet ? Thanks

    • Lampung utara dimana tepatnya ?
      1. Biaya tergantung lokasi dan tingkat kesulitan lahan
      2. Biaya upah sesuai standar upah di lokasi anda
      3. Komponen biaya yang terbesar adalah biaya pendongkelan akar kayu pohon, bahkan di beberapa daerah biaya pendongkelan akar kayu lebih besar daripada harga tanah itu sendiri, karena hanya bisa dilakukan oleh tangan manusia
      4. Selama lahan anda bukan lahan gambut maka tetap cocok untuk kebun karet

  3. Setahu saya,karet daun lima produksi getahnya baru meningkat pada umur 3 tahun sadap. Kebetulan saya juga menanam dan sudah produksi. Karet daun lima adalah sebutan untuk klon IRR39 yg merupakan klon antara (penghasil getah dan kayu) karena dari smua klon hanya IRR39 yang punya ciri berdaun 4 atau 5 helai per tangkai itupun hanya sebagian kecil yg helainya lebih dari 3 bh.

    • Saya juga telah menanam Bibit karet Daun lima seluas 4 Ha yg saya beli dari daerah Lampung, dan sekarang telah berumur 6 tahun.
      Sudah pernah coba di Sadap pada umur 5 Tahun, tetapi Lateks nya gak kluar, dan saya stop penyadapan setelah dicoba selama 3 bulan tanpa hasil.
      saya sangat berharap Pohon karet saya ini segera bisa dipanen dan berharap tidak Gagal Panen. karena saya mendegar petani di Lampung telah banyak yg menebang pohon karet ini setelah berumur 5 Tahun karena tidak megeluarkan Latex .
      Mohon Pencerahan dari Bapak2 di Forum ini ttg masalah yg saya Hadapi, terimakasih

  4. klon IRR39 yg merupakan klon antara (penghasil kayu dan getah) krn dari smua klon hanya IRR39 yg punya ciri berdaun 4 atau 5 helai. Itupun tidak smua daun. Dan produksi getahnya baru meningkat pada umur 3 tahun sadap (berdasarkan data). Kebetulan saya juga menanam dan sudah produksi..

    • Baik sekali pengalaman anda, namun peningkatan produktivitas getah banyak sekali faktornya, dan sudah kami jelaskan pada komentar2 sebelumnya

  5. mas, ciputro makasih atas artikelnya yang bagus.
    saya rencananya mau beli kebut karet yag uda disadap atau siap sadap, tolong dong dikasih tip2 nya ya?
    makasih

    • Secara mendasar saya biasa menyebtkan dg 5K :
      1. KEPEMILIKAN, perlu diketahui history dan status kepemilikan lahan, apakah sengketa, SHM atau masih SKT.
      2. KONDISI LAHAN, bagaimana dg kadar air tanah dan kondisi sekitar kebun.
      3. KEMAMPUAN BATANG, coba cek history bibit dan perhitungkan dahulu kemampuan batang menghasilkan getah.
      4. KEAMANAN, bagaimana tingkat keamanan sekitar lahan dan daerah kebun
      5. KEPENGURUSAN, perlu dipertimbangkan siapakah yg akan mengurus kebun anda.
      Banyak faktor dan poin yg perlu dipertimbangkan, dan tentunya akan berpengaruh akan nilai lahan sekarang dan di masa akan datang.

  6. maaf mas untuk dapat bibit karet di daerah banten dimana, luas tanah 18.000 m2. dan kalau beli di daerah lampung harus ke daerah mana mas…trims…

  7. mas,saya pingin nanem pohon karet.tapi lokasi saya ada di batang jawatengah.dimana saya bsa dpetin bibitnya ya.&harga /batangnya berapa…kalo di jawa tengah daerah mana ya yg jual.?

  8. Mas mau tanya, saya baru punya lahan 1 Ha di lampung ( kota bumi ) rencana nya mau saya tanam karet tapi saya bingung dalam pemilihan bibit karena saya belum perna berkebun. mungkin mas bisa merekomendasikan di mana tempat beli bibit tersebut. Terima kasih.

  9. Kami punya program pemberdayaan ekonomi melalui Pola Kemitraan Inti Plasma agribisnis karet, yang kami tanyakan perbankan apa yang bisa membiayai program kami..? atas jawabanya sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terimakasih..

  10. mohon info untuk cari tenaga menengah yang bisa memberikan penyuluhan budidaya karet, dimana kami bisa mendapatkannya tks

  11. berapa yang sebenarnya harga karet mentah dunia

  12. biji karet daun 5 yg siap tanam tanpa okulasi brapa harganya,trus kekurangannya apa dibanding yg okulasi,saya baru berencana mau nanam karet,tapi saya bingung mau milih bibit yg mana,mohon penjelasannya,makasih….saya dipayakumbuh,sumatra barat

  13. untuk memperoleh bibit karet didaerah sulawesi tengah,,dimana???

  14. salam kenal,mo tanya pak,,,di bandar lampung ad yang jual bibit unggul bersertifikat ga.sy mau klon pb 260 mohon bantuannya…..

    • salam kenal,mo tanya pak,,,di bandar lampung ad yang jual bibit karet unggul bersertifikat ga.sy mau klon pb 260 mohon bantuannya…..

  15. Di Bandar Lampung belum ada, sebaiknya anda ke PTPN Palembang

  16. kalau untuk di serang banten di sekitaran daerah taktakan kita tanam pohon karet tumbuh tidak ya?/hasilnya bagus tidak soalnya masih ragu2 nih..minta saranaya gan..

  17. Info investasi : Tersedia 1 hektar kebun karet siap sadap di lampung harga 120juta Sertifikat Hak Milik posisi ditengah pemukiman lama, aman dan dipastikan bukan kebun sengketa. silahkan yg berminat serius hubungi Jiputro dg HP 081219607769 (tidak melayani SMS). tks

  18. Kira2 3th kedepan berpa yahh harga kebun siap panen /ha nya

  19. kenaikan harga kebun produktif, SHM, bibit terjamin, kondisi tidak bermasalah, aman dan lingkungan mendukung maka minimal mengalami kenaikan 2 % setiap bulannya

  20. mas mau tanya apa ada kredit perorangan untuk perkebunan karet ?
    karena saya ada lahan 2hektare namun saya tidak memiliki modal untuk membuka dan mengembangkan perkebunan karet ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.